Analog Clock

Jumat, 14 Oktober 2011

TIPS MELATIH OTAK AGAR TIDAK MUDAH LUPA

Seiring bertambahnya usia kita semakin mudah melupakan sesuatu, tapi bagaimana jika hal tersebut adalah sesuatu yang penting..hmm anda tidak mau kan melupakan saat-saat penting dalam hidup anda. Nah ada kabar baik bagi anda karena kita bisa menghindari pikun dengan sering-sering melatih otak. Bagaimana caranya? yuk ikuti tips dari Vivanews dibawah ini.

Dalam otak Anda terdapat 100 juta neuron. Artinya, dengan latihan tertentu Anda bisa mengaktifkan neuron lain yang belum melemah. Coba saja tiga trik berikut untuk memperkuat otak Anda, seperti dilansir dari Oprah.com.

1. Jadi relawan
Menstimulasi : korteks prefrontal, area otak yang berfungsi menganalisis, membuat rencana dan memecahkan masalah.
Menurut hasil studi tim dari Johns Hopkins University, wanita berumur yang mengajari anak kecil selama enam bulan, kemampuan kognitifnya meningkat tajam. Aktivitas relawan membuat seseorang menjadi seperti tutor atau guru bagi orang lain.
Dengan mengajarkan sesuatu pada orang lain dengan segala keterbatasan, ternyata membuat aliran darah ke otak menjadi lebih banyak. Jadi, saat menjadi relawan sebenarnya bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga menyehatkan otak.

2. Olahraga
Menstimulasi: hippocampus, area penyimpan memori.
Arthur Kramer, PhD, peneliti dari University of Illinois, menggunakan MRI yang menunjukkan kalau dengan berolahraga area hippocampus, jadi semakin besar.
Aktivitas fisik dapat meningkatkan jumlah kapiler di area tersebut. Sehingga, membantu sel-sel memori baru untuk tumbuh. Kramer menyarankan untuk olahraga selama satu jam, minimal tiga kali dalam satu minggu.

3. Belajar bermain gitar atau tenis

Menstimulasi: intraparietal sulcus, yang berhubungan dengan koordinasi mata
Tim dari Oxford University, mengajarkan pada 24 orang untuk melakukan juggle dengan alat. diketahui setelah enam minggu, area intraparietal sulcus ternyata memiliki kepadatan materi putih yang lebih tinggi, serat yang memungkinkan neuron otak saling berkomunikasi.
Setiap aktivitas baru yang dipraktekkan dengan penuh perhatian, seperti tenis atau bermain gitar, menurut Heidi Johansen-Berg, kepala penelitian, kemungkinan akan memiliki efek ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar